Banten memiliki keunikannya sendiri yang patut kita bicarakan, yaitu Banten 7 Wonders-nya. Bahkan, sudah tidak diragukan lagi akan keunikan-keunikan dari tujuh Icon tersebut.
Kabupaten Lebak adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Dengan Ibukotanya adalah Rangkasbitung, terletak di bagian utara wilayah Kabupaten, dan daerah ini dilintasi jalur kereta api Jakarta-Merak.
Lebak memiliki suguhan destinasi yang sudah diketahui oleh khalayak banyak tentang keindahannya terlihat dari alam serta keunikan dari budaya yang dimilikinya. Kekayaan akan nilai-nilai budaya lokal masyarakat setempat hingga saat ini masih terjaga pada keelokan masyarakat Suku Baduy yang tinggal di wilayah tersebut. Namun, lokasi tempat tinggal mereka cukup jauh dari keramaian.

Seba Baduy merupakan upacara tradisi sakral Urang Baduy yang tinggal di desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang telah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman kesultanan Banten.
Selama ini masyarakat Baduy tinggal di kawasan Hutan Gunung Kendeng dan masih menjaga kelestarian hutannya. Kegiatan Seba Baduy dilakukan setelah warga Baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Ritual kawalu berlangsung selama tiga bulan dan pada kurun waktu tersebut kawasan wisata Baduy Dalam tertutup bagi wisatawan.
Seba Baduy pada tahun ini merupakan tahun ke-3, di tahun ini pula Dinas Pariwisata Banten serta Dinas Pariwisata Lebak memberikan sebuah gagasan berupa kemeriahan ritual adat Suku Baduy dengan nama Exciting Banten On Seba Baduy dan masuk di tahun ke – 2 Calender Of Event Nasional.
Exciting Banten On Seba Baduy ini akan diselenggarakan pada 29 April – 5 Mei 2019, satu minggu penuh acara ini akan berlangsung, pastinya dengan berbagai rangkaian kegiatan yang spektakuler dan wajib untuk di agendakan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, di Lebak, Kamis (20/9/19), mengatakan Tradisi Seba Baduy sudah dikenal di dunia sebagai daya tarik wisata.
“Ada yang tidak bisa ditinggalkan yaitu Exciting Banten. Akan tetapi budaya Baduy tidak bisa dihilangkan, bagaimana dari event ini dapat mendatangkan wisawatan baik lokal maupun mancanegara”, tuturnya lagi.
Dengan rangkaian acara Pameran UMKM, Adventure, Camping Ground, Pembuatan Karya di Museum Multatuli, Lomba Desain Karya Baduy, Lomba Menulis, Badui, Lomba Karya Cipta Lagu tentang Pariwisata Lebak, Seba Baduy, Ngopi Seba Baduy 2019, Edukasi Produk Kopi, Lomba Cover Seba Baduy dan Lomba Foto. Acara ini akan dibuat semenarik mungkin dengan kurun selama 1 minggu.
Yang menjadi daya tarik dari acara ini berupa ritual pada saat menyerahkan hasil bumi masyarakat Baduy dengan dikawal oleh pasukan Kuda, pasukan pembawa bambu, dan Goong kecil .
Pada tanggal 29 April 2019 merupakan acara Pre-Event yang akan diisi dengan banyak pameran dan workshop yang bertemakan Eco-Tourism, dan dari tanggal 3 – 5 Mei merupakan acara puncak.
“Kemenpar Sangat mendukung acara ini, apalagi event yang datang dari masyarakat, dan masuk dalam Calender Of Event, dari Kemenpar sendiri membantu lewat promosi baik Elektronik maupun Cetak”. Ujar Ibu Komang dari Kementrian Pariwisata
“Event sekarang dikemas sebagai atraksi wisata, semoga tetap menjadi Calender Of Event dan semakin memanbah jumlah wisatawan dan pendapatan daerah”, ujarnya lagi.
“Acara Seba Baduy sudah menjadi acara rutinitas. Dengan adanya event ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke lebak, dan meningkatkan pendapatan masyarakat”, tutur Bupati Lebak.
(Yuyun/Genpi Banten)
