Seba, Tradisi Ratusan Tahun Masyarakat Adat Baduy yang Cuma Ada di Banten!

712
Photo : Isa Madisa

Setelah menempuh perjalanan dari Kampung Ciboleger, Leuwi Damar menuju Pendopo Kantor Bupati Lebak, Masyarakat Adat Baduy tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Kesenian tradisional Gegendekan atau Gegendeh, menjadi salah satu suguhan dalam rangkaian kegiatan penyambutan Seba Baduy 2018 di Kantor Bupati Lebak, Jumat (20/4/2018).

Dikatakan Ketua Genpi Lebak Yeni Mulyani S.Ikom, kesenian tradisional ini berupa pertunjukan musik tradisional yang dilakukan oleh Ibu-Ibu dan remaja putri. Mereka menyanyikan lagu berbahasa Sunda diiringi permainan musik menggunakan alat berupa alu atau lesung.

Lagu yang kali ini dinyanyikan sepuluh kelompok perempuan ini, haruslah bernada riang dan ceria. Sebab lagu tersebut melambangkan kegembiraan warga Lebak menyambut 1.672 orang Masyarakat Adat Baduy yang datang.

Kedatangan Masyarakat Adat Baduy tidak lain adalah untuk bersilaturahmi kepada Pemerintah Daerah baik Kabupaten Lebak maupun Provinsi Banten.

Setibanya di Pendopo Bupati, Masyarakat Adat Baduy yang semuanya terdiri dari laki-laki (perempuan tidak diizinkan mengikuti Seba) beristirahat setelah menempuh jarak sejauh kira-kira 45 km melalui jalur Ciboleger-Leuwi Damar-Cimarga-Rangkasbitung.

Mereka beristirahat untuk kembali mengikuti rangkaian acara penyambutan lainnya yaitu ; Babacakan atau makan bersama. Babacakan kali ini dilaksanakan di depan Aula Multatuli, Kantor Setda Kabupaten Lebak.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Hayat Saida, sebagai bentuk kecintaan masyarakat Adat Baduy kepada pemerintah. Sekali dalam setahun selama ratusan tahun Masyarakat Adat Baduy menyerahkan hasil panen (Seba atau Seserahan) kepada “Bapa Gede”, yakni Bupati Lebak dan Gubernur Banten.

Tahun ini Masyarakat Adat Baduy menyerahkan hasil panennya kepada Pjs Bupati Lebak Ino S Rawita dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Seserahan berupa padi, pisang, jagung, laksa (makanan yang terbuat dari tepung beras) dan hasil-hasil bumi lainnya.

Sementara itu, prosesi penyerahan Seba dilakukan usai ‘Babacakan’ lalu dilanjutkan dengan hiburan bagi Masyarakat Adat Baduy berupa kesenian tradisional Wayang Ajen.

Memeriahkan kegiatan Exciting Banten on Seba Baduy 2018, Genpi Lebak mendirikan stand bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri menjadi anggota Genpi di sisi luar Kantor Bupati Lebak. Masyarakat juga dapat mengikuti lomba foto bertemakan ‘On the Spot Exciting on Seba Baduy 2018’.

Pada Sabtu (21/4/2018) pagi, Masyarakat Adat Baduy akan kembali melanjutkan perjalanan menuju Kantor Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Curug, Kota Serang. Sisa perjalanan yang akan mereka tempuh, sekitar 50 km.

Wow, bisa teman-teman bayangkan seperti apa rasanya berjalan kaki sejauh itu tanpa alas kaki?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here