Lebak, Banten – Kasepuhan Cisungsang Banten Selatan adalah sebuah komunitas adat di Banten Selatan, tepat di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, provinsi Banten.
Setiap tahunnya digelar Seren Taun Cisungsang, yang merupakan rangkaian akhir dari prosesi adat untuk “memualiakan” padi di Kasepuhan adat Cisungsang.
Mengusung tema ‘Tak tak ulah ngaluhuran sirah, sing inget kana Purwadaksi’ Seren taun Cisungsang berlangsung meriah dengan sejumlah acara adat dan atraksi yang menghibur pengunjung.
Purwadaksi (Bahasa Sansekerta) dimaknai sebagai tempat asal. Purwa-daksi (Timur Selatan) bermakna, sebagai individu, maknanya adalah asal muasal, the beginning.
Sebagai kelompok sosial bermakna sebuah kelompok masyarakat yang mempunyai asal usul dengan dibuktikan masih dilaksanakan aturan tradisi leluhur.
Lebih jauh, makna “Tak tak ulah ngaluhuran sirah, sing inget kana purwadaksi’ adalah bahwa sebagai manusia, makhluk Ciptaan Allah SWT diharuskan mengingat asal muasal kehidupan, jangan sampai terjadi “Poho mana wetan, poho mana kidul”.
Makna lainnya adalah sebagai manusia ada yang dilahirkan duluan dan ada yang belakangan, hal ini melahirkan sifat menghormati yang lebih tua dan menghargai yang lebih muda.
Pelaksanaan seren taun kali ini dilaksanakan selama seminggu berturut-turut. Agenda hari pertama dimulai dengan ritual Balik Taun Rendangan, kemudian berturut-turut Bubuka, Ngareremokeun, Rasul Pare Leuit dan ditutup dengan Upacara Adat Seren Taun pada 5 Agustus 2018.
Ritual Upacara Adat Seren Taun adalah acara puncak yang paling meriah. Puncak ritual dimulai dengan sejumlah pertunjukan yang menghibur pengunjung seperti nutu lisung, angklung, rampak beduk dan yang paling ditunggu adalah arak-arakan pare atau padi.
Arak-arakan padi dilakukan oleh sejumlah warga adat yang menandu pare atau disebut rengkong. Saat ditandu, rengkong akan mengeluarkan bunyi nyaring yang bersumber dari gesekan antara bambu dan ikatan padi. Ini menjadi ritual yang menjadi ciri khas setiap acara seren taun.
Ritual kemudian dilanjutkan dengan ‘ngadiukeun pare di leuit’ yang diiringi oleh Ritual Upacara Adat. Tahun ini adalah kali pertama upacara adat tidak dipimpin langsung oleh Ketua Adat Cisungsang Abah Usep, melainkan oleh putera sulung abah Raden Angga.
Acara Seren Taun ditutup dengan seserahan warga kasepuhan sareng pemerintah. Sejumlah pejabat penting pemerintah hadir antara lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, dan Wakil Bupati Lebak Ade Sumadi.
