Sudah sekitar tujuh bulan Indonesia tercinta dilanda pandemi virus corona yang menyebabkan Covid-19. Pandemi yang memaksa masyarakat Indonesia harus membatasi aktivitasnya, bukan hanya itu hampir semua sektor terdampak karena pandemi ini. Sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Salah satu industri unggulan Indonesia yang terkena dampak yang cukup parah adalah Industri pariwisata, menurut World Travel and Tourism Council (WTTC) sektor pariwisata akan mengalami penyusutan hingga 25% pada tahun 2020, oleh karena itu sekitar 50 juta orang akan kehilangan pekerjaannya di sektor pariwisata.

Beberapa daerah di Indonesia seperti Provinsi Banten juga cukup kewalahan dengan dampak yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19 terhadap Pariwisata, apalagi salah satu Pendapatan Asli Daerah beberapa Kabupaten/Kota di Banten mengandalkan Pariwisata sebagai salah satu sumber pendapatan. Hampir di seluruh destinasi wisata di Banten mengalami penuruan kunjungan wisatawan sampai dengan 80%.

Dampak pandemi pun bukan hanya dirasakan oleh pengelola destinasi wisata dan wisatawan, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga menglami penuruan omset. Produksi yang terhambat karena sulitnya mendapatkan bahan baku dan menurunnya daya beli masyarakat karena lesunya ekonomi akibat dampak pandemi membuat beberapa pelaku UMKM harus gulung tikar. Teutama para pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata yang cukup parah terekana dampak akibat dari ditutupnya destinasi wisata.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk membantu para pelaku usaha di Industri pariwisata tetap dapat menajlankan usahanya dengan memerikan insentif berupa bantuan langsung tunai, mengizinkan destinasi wisata di buka dengan membatasi jumlah kunjungan, dan membuat standar khusus untuk pengelola membuka destinasinya.

Pemerintah melalui Kemenparekraf sedang mempromosikan Indonesia Care (I Do Care) kepada masyarakat luas. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk masyarakat untuk menggaungkan “Indonesia Care”.

Indonesia Care merupakan salah satu strategi komunikasi untuk dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengutamakan prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Kemenparekraf juga mengajak seluruh pihak, yakni masyarakat dan industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk turut serta dalam kampanye “Indonesia Care” ini dengan melaksanakan pengelolaan tempat usaha dan wisata yang memastikan sanitasi, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung.

Kampanye “I Do Care” sebagai bentuk komitmen bangsa Indonesia, khususnya seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kepada masyarakat dunia bahwa Indonesia sangat peduli atas kebaikan bersama untuk menjaga kebersihan, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung untuk keamanan sesama. Kampanye I Do Care ini untuk menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) pada sektor MICE di Indonesia. Standar CHSE tersebut sudah sesuai dengan standar global.

Akan tetapi penerapan standar CHSE di beberpa destinasi wisata juga belum memenhi standar yang telah ditetapkan. Masyarakat atau wisatawan pun belum mengetahui secara jelas tujuan dari kampanye I Do Care ini.

Kampanye ini tidak akan berjalan dengan baik dan sampai kepada masyarakat jika tidak adanya kolaborasi semua lintas masyarakat. Disinilah peran pemuda sebagai generasi milenial untuk membantu pemerintah dalam melakukan kampanye I Do Care ini. Penggunaan platforms sosial media yang menjadi slaah satu media yang cukup efektif dalam mengkampanyekan I Do Care. Kita sebagai pemuda bangsa ini juga harus mengimplementasi kan gerakan tersebut di kegiatan sehari-hari.

Pandemi ini memberikan dampak positif dan negative, positifya adalah kita harus membiasakan diri dengan standar hidup yang baru denganmenjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Itulah tujuan kampanye Indonesia Care atau I Do Care sesungguhnya. Harapannya kmapanye I Do Care tidak hanya saat pandemic ini berlangsung tetapi setelah pandemic ini selesai maka sebagai masyarakat Indonesia kita harus selalu peduli terhadap Kebersiha, Kesehatan, Keamanan, dan Keberlanjutan Lingkunga.

Inilah peran pemuda penerus bangsa untuk terus berkontribusi terhadap perubahan untuk kebaikan bangsa Indonesia dengan terus mengkampanyekan gerakan I Do Care maka Indonesia akan terus maju dan mampu berdaya saing. Mas Moch. Fathahillah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here