FGD Identifikasi Culture Diversity dan Bio Diversity Geopark Ujung Kulon Pandeglang digagas oleh Dispar Pandeglang serta Asdep pengembangan destinasi regional II Kemenpar

Geopark merupakan kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi yang unik dan khas di mana masyarakat setempat diajak berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya. Istilah Geopark merupakan singkatan dari “Geological Park” jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai taman geologi atau taman bumi.

Kegiatan Forum Group Discussion ini bertujuan untuk membahas bersama mengenai perancangan Ujung Kulon dijadikan Geopark Nasional bersama pelaku wisata dan pelaku budaya yang ada di daerah cakupan perencanaan Geopark Ujung Kulon.

Kawasan Geopark Ujung Kulon yang digagas oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang meliputi 3 Zonasi Cultural Diversity Geopark Ujung Kulon, yaitu Zona Inti di 8 wilayah kecamatan (Kecamatan Sumur, Cimanggu, Panimbang, Cigeulis, Sukaresmi, Pagelaran, Labuan, dan Carita), Zona Penyangga yaitu Pandeglang (Kecamatan diluar zona inti) dan Zona Pengembang (Provinsi Banten : Kabupaten Lebak, Kabupateng Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan) termasuk didalamnya adalah kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

“Jika dilihat dari sejarah jika ini direalisasikan ujung kulon menjadi geopark, aspek – aspeknya pun mendukung mulai dari benda-benda peninggalan di masa kesultanan Banten yg tersebar di daerah pandeglang serta benda-benda sejarah peninggalan belanda ditambah flora dan faunanya serta faktor pendukung budaya masyarakat setempat yang bisa menjadi faktor yang kuat untuk menjadikan Ujung kulon sebagai Geopark” Mufti Ali Ph.D Bantenology

Selain kriteria keanekaragaman hayati, TN. Ujung Kulon masuk sebagai wilayah pengembangan Geopark Ujung Kulon karena memiliki keunikan geologis. Pulau Panaitan, yang masuk dalam kawasan TN. Ujung Kulon, sekitar 20 juta tahun yang lalu merupakan gunung api purba. Saat ini di Pulau Panaitan tepatnya di puncak Gunung Raksa juga terdapat peninggalan arkeologi berupa patung Ganesha. Di Cibunar terdapat sandstone, batuan yang terbentuk dari pasir pantai yang mengeras, yang merupakan fenomena geologi yang langka. Serta keberadaan bukti-bukti sejarah letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 di Tanjung Layar .

“Kekayaan Budaya yang dilihat sebagai cara yang ada dalam kebudayaan kelompok atau masyarakat untuk mengungkapkan ekspresinya (Ekspresi Budaya), termasuk di dalam ada variasi dalam penciptaan artistik, produksi, diseminasi, distribusi dan penghayatannya, apapun makna dan teknologi yang digunakannya. Substansi keragaman budaya antara lain mencakup makna simbolik, dimensi artistik, dan nilai-nilai budaya yang melatarbelakanginya” ucapnya Prof. Reiza Dienaputra selaku Masterplan Culture diversity Geopark UK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here