Riungan Masyarakat adat se-Banten Jabar diselenggarakan pada 1-3 Maret 2019 di Citorek-Lebak. Kang dan Nong Banten juga melakukan kegiatan “Magang Event” di acara tersebut.
Kang dan Nong Banten juga berkesempatan menyambangi destinasi Wisata Arung Jeram Banten Rafting Ciberang (BRC). Sebelum mengikuti acara Ruangan Adat Masyarakat. (Sabtu, 02 Maret 2019)
Kang dan Nong Banten berkesempatan mencoba serunya untuk berwisata di Arum Jeram yang dipandu oleh guide dari pihak pengelola wisata BRC.
Setelah itu, Duta Wisata langsung menghadiri Riungan Gede Masyarakat adat se-Banten Kidul. Duta Wisata ini menyambut para tamu undangan khususnya Menteri LHK, Menteri Kominfo, dan Bupati Lebak. (Minggu, 3 Maret 2019)
Selain itu, Duta Wisata juga membuka stand bazar untuk mempromosikan Banten yang sedang berkembang di sektor wisatanya.
Riungan Kasepuhan Adat Se-Banten Kidul pada 1-3 Maret ini merupakan agenda lima tahunan sekali. Dan Tahun ini merupakan Tahun ke-11 dalam melaksanakan Riungan Kesepuhan Adat.
Disebutkan juga oleh Ketua Sabaki saat memberikan sambutan pada acara tersebut, bahwa Sabaki ini terdiri dari 750 Komunitas yang tergabung.
Acara Riungan Gede Masyarakat ini bertujuan menghasilkan maklumat yang disepakati oleh Masyarakat adat yang hadiri dalam acara tersebut.
Maklumat kali ini bertemakan Mewujudkan kedaualatan Masyarakat adat Kasepuhan, yang di laksanakan di Wewengkon Kasepuhan adat Citorek, Lebak.
Maklumat ini di buat atas Aspirasi, Suara dan Pandangan Masyarakat Adat yang menghadiri acara untuk kemudian di sampaikan kepada pemerintah supaya terlaksananya Kedaulatan dan Kesejahteraan masyarakat adat Banten Kidul.
Dihadiri juga Menteri Kominfo yang memberi sambutan terkait masalah komunikasi di wilayah masyarakat adat Banten Kidul untuk menjadikannya masyarakat yang bermanfaat.
“Masyarakat adat merupakan kearifan lokal yang harus di pertahankan”. Tuturnya lagi.
Dihadiri pula Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan oleh Ibu Siti Nurbaya dengan memberi sambutan pada acara ini.
Dilanjutkan pula, dengan aksi menanam pohon sebagai simbolik mendukung terlaksananya menanam satu juta pohon di Masyarakat adat Banten Kidul. (DR)
