Pasalnya sejumlah pihak turut berpartisipasi meramaikan acara akbar yang serentak dilaksanakan di 150 negara di dunia ini. Adapun partisipan yang ikut memeriahkan acara tersebut antara lain, Genpi Lebak, PMI, Paguma dan pelajar di Rangkasbitung, Serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lebak, Dinas Pariwisata Lebak, Dinas Kebudayaan dan Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Lebak.
Di Rangkasbitung acara berlangsung seru dan meriah. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan peserta telah antusias berkumpul di Pendopo Kabupaten. Di sini peserta mendapat briefing singkat mengenai apa itu World Cleanup Day.
Alun-alun Rangkasbitung dan Balong Ranca Lentah menjadi dua tempat yang tidak luput dari aksi bersih-bersih. Dari dua tempat itu, sampah yang terkumpul mencapai belasan trash bag besar.
Pada acara yang sama, World Cleanup Day 2018 di Pantai Karang Seke juga tidak kalah seru. Tidak hanya panitia dan peserta yang telah konfirmasi saja yang ikut bersih-bersih, tapi juga pengunjung yang sukarela ikut serta membersihkan kawasan pantai.
Sementara itu di Pantai Bagedur para peserta begitu semangat mengikuti acara demi acara World Clean Up Day 2018. Kegiatan tersebut semakin meriah lantaran adanya pertunjukan musik dangdut.
Ketua Genpi Lebak, Yeni Mulyani berharapan semoga ditahun selanjutnya kegiatan World Clean Up di Lebak bisa diikuti oleh instansi-instansi pemerintah, Pokdarwis, dan Masyarakat Lebak maupun Banten.
Selain di Kabupaten Lebak, World Clean Up 2018 juga digelar di sejumlah tempat di Provinsi Banten. Diantaranya, Pantai Anyer dan Alun-alun Kota Serang.
Acep Nazmudin – Genpi Lebak
]]>Dalam rangkaian acaranya, salah satu kegiatan seni yang ditampilkan di Festival Seni Multatuli adalah Festival Teater. Dilaksanakan selama 2 malam berturut-turut, 7-8 September 2018. Terdapat 10 Penampilan Teater yang akan memeriahkan malam Festival Teater di Lapangan Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak. 5 Penampilan Teater berhasil menghipnotis para pengunjung dengan membawakan kisah-kisah yang bersinggungan dengan Multatuli. Jum’at (7/9/2018).
Teater adalah bentuk aspirasi yang dituangkan melalui penggambaran lakon-lakon cerita yang dimainkan. Beberapa Teater yang akan tampil di malam pertama diantaranya Teater Solid Art, Teater Gandrung, Teater Wong Kite, Teater Genta Bahana Banten dan Teater Syahid.
Teater SolidArt yang dimainkan oleh 13 Orang. Beranggotakan pelajar SMAN 8 Kota Serang menampilkan judul ‘Senandika Saijah Adinda’ yang menceritakan tokoh Saijah dan Adinda yang ada dalam novel Max Havelaar. Di sutradarai oleh Alwin Prayoga.
Penampilan Kedua, Teater Gandrung yang berasal dari Lebak dan didirikan oleh Dede Yusuf. Mengangkat tema ‘MAX just NOVELAAR’ merupakan petikan dari sebuah Artikel karya David Albert Peransi. Dimainkan lebih dari 20 orang dengan kostum serba hitam.
Penampil ketiga, Teater Wonk Kite yang berasal dari Provinsi Banten, Cilegon. Kebanyakan adalah pemuda Kota Cilegon beranggotakan lebih dari 200 anggota. Lewat naskah ‘Kidung Galeng’ karya Kacuk Hebring dengan sutradara Ahmad Fadli.
Penampil keempat, Teater Genta Bahana Banten yang berasal dari mahasiswa Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) FKIP Universitas Negeri Tirtayasa (Untirta) Ciwaru, Serang, Banten. Menggarap salah satu karya tulis W.S Rendra berjudul ‘Tokek dan Adipati Rangkasbitung’ dengan sutradara Giri M.K. Diperankan oleh 13 orang dengan tata letak artistik yang memukau.
Sebagai penutup, Teater Syahid yang merupakan Organisasi teater di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memainkan Naskah berjudul ‘Nya’ di sutradarai Ari Sumitro. Menceritakan tentang manusia yang saling dikotomi antar ras, penguasa, rakyat jelata, dan agama.
Peri Sandi Huizche selaku penanggungjawab Festival Teater mengatakan bahwa ini adalah salah satu bentuk sindiran supaya teater di Banten bisa dipehatikan, minimalnya dengan disediakannya gedung pertunjukan.
Hendriyana – Genpi Lebak
]]>Dalam Karnaval Kerbau ini diikuti 20 ekor kerbau yang berasal dari sekitaran Rangkasbitung. Mulai dari yang terbesar badannya, terpanjang tanduknya, dan terkuat tenaganya.
Bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, karnaval tersebut dilaksanakan mulai pukul 08:00 WIB sampai dengan 11:30 WIB di Jalan Multatuli Alun-alun Rangkasbitung. Minggu (9/9/2018).
Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi beserta jajaran pemerintahan kabupaten Lebak ikut serta menyaksikan pagelaran Karnaval Kerbau. Beliau sangat mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan ini. Bukan hanya masyarakat Lebak, peserta karnaval juga banyak berasal dari luar Kabupaten Lebak yang penasaran.
Kerbau yang diikut sertakan di hias dengan berbagai macam aksesoris. Sudah memiliki sertifikat dan beberapa sudah pernah mendapatkan juara dalam perlombaan kerbau. Diantaranya Pesta Patok yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali di Kabupaten Lebak.
“Kerbau merupakan simbol kemakmuran dari orang-orang Lebak.Kerbau juga adalah aset berharga, harta kekayaan dan hewan yang membantu para petani bercocok tanam. Filosofinya, kerbau juga dijadikan sebagai tabungan.” Ujar Bupati Lebak.
Kerbau dan petani adalah dua hal pokok yang diungkap oleh Multatuli dalam Max Havelaar. Melalui kerbau dan petani, Multatuli membuka kedok busuknya praktik kolonialisme yang berlangsung di tanah jajahannya.
“Dengan adanya Festival Seni Multatuli, saya yakin bahwa ini bisa menjadi gerakan yang dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di Kabupaten Lebak.” Lanjutnya
“Melalui budaya kita di persatukan dan juga ini sebagai cikal bakal kedepannya untuk komunitas yang ada di kabupaten Lebak sebagai gerakan moral juga bagi masyarakat. Tahun depan, acara ini akan lebih meriah lagi. Karena kita sudah ada kontrak selama 3 tahun untuk menyelenggarakan kegiatan ini.” Tutupnya.
(Hendriyana – Genpi Lebak)
]]>Kamis 9/8, Torch Relay Asian Games 2018 akan melewati beberapa tempat di Indonesia. Tujuan dari Toch Relay keliling Indonesia sendiri yaitu sebagai ajang sosialisasi ASIAN GAMES 2018 kepada masyarakat, mempromosikan destinasi pariwisata, seni budaya serta potensi lainnya.
Banten mendapatkan bagian kunjungan dari Torch Relay Asian Games 2018 dan juga menjadi daerah venue untuk penthatlon. Banten dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak daya tarik yang eksotis bagi wisatawan, berdasarkan keunikan sumber daya alam dengan branding Banten 7 Wonders.
Api Obor Asian Games akan melintasi Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kota Serang serta akan disambut dengan ragam aktivitas seni budaya oleh pemerintah daerah kabupaten atau kota yang terlintasi. Adapun rute yang akan dilewati yaitu, Pelabuhan Merak, Landmark Kota Cilegon, Rumah Dinas Walikota Cilegon, BMW Citra Garden, Danau TasiKardi, Stadion Maulana Yusuf Serang , Museum Negeri Provisi Banten.
Kota Cilegon dikenal sebagai Kota industri, dan sebutan lain bagi Kota Cilegon adalah Kota Baja, mengingat kota ini merupakan kota penghasil baja terbesar di Asia Tenggara. Kota Cilegon sendiri memilki sebuah icon yang sudah terkenal, dengan Landmarknya yang berlokasi di Bunderan Simpang Tiga Jalan SA. Tirtayasa, Kec Purwakarta. Ini bagian dari identitas yang mencerminkan karakteristik Cilegon sebagai Kota Industri, Kota Pelabuhan, Kota Religi, serta gambaran Gunung Krakatau sebagai penopangnya.
Selanjutnya, Torch Relay telah menyusuri Kawasan Keraton Kesultanan Banten yang ketenarannya tidak diragukan lagi, lokasi yang berada di Kota Serang, banyak wisatawan yang sudah mengunjungi destinasi wisata sejarah yang masih kental dengan nuansa religinya. Keraton Kesultanan Banten adalah situs peninggalan sejarah sisa-sisa kejayaan Kesultanan Banten di masa lampau.
Dalam revitalisasi kawasan Kesultanan Banten dipastikan tidak akan mengubah nilai-nilai budaya maupun identitas icon Provinsi Banten tersebut. Revitalisasi yang dilakukan Provinsi Banten di kawasan ini, diharapkan dalam kurun waktu 2 tahun akan menjadi destinasi yang mendunia. Ujar Gubernur Banten.
Kabupaten Tangerang kali ini akan menjadi tuan rumah Modern Penthatlon Asian Games 2018 yang akan dipertandingkan pada tanggal 31 Agustus dan 01 September 2018 di APM Tigaraksa. Cabang olahraga ini menggabungkan lima cabang olahraga menjadi satu, yakni anggar, renang, berkuda, lari dan menembak. Sebanyak 18 atlet putra dari 9 Negara, dan 16 atlet putri dari 8 Negara akan terlibat memperebutkan dua medali emas. Dua atlet putra dan putri telah menyiapkan dan sudah menjalani pelatnas di APM Tigaraksa sejak beberapa bulan yang lalu.
Pemerintah Provinsi Banten sudah siap menjadi tuan rumah cabang olahraga modern pentathlon Asian Games 2018, dengan persiapan yang sudah dilaksanakan dengan baik. Bahkan, “Banten pun sudah siap, dalam menyambut Api Obor Asian Games 2018, kesempatan ini akan dimanfaatkan dengan baik sebagai ajang promosi pariwisata” tambah Kadispar Banten Eneng Nurcahyati.
“Tentu untuk memperkenalkan budaya, destinasi wisata, dan kuliner Banten. Banten memiliki branding Banten 7 Wonders, sebagai salah satu motivasi untuk seluruh masyarakat Banten untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisatwan ke Banten”. Lanjutnya .
Dalam kedatangan Api Obor Asian Games 2018, Banten telah mempersiapkan segala hal, baik itu dari media promosinya ataupun hal lainnya.
Kedatangan rombongan Torch Relay dari Pulau Sumatera atau Provinsi Lampung datang dari Dermaga 2 Pelabuhan Merak pada tanggal 9 Agustus 2018 pukul 08.30 WIB, dengan kapal KMP BATU MANI dan disambut oleh pihak ASDP Pelabuhan Merak . Turut menyambut pula dari Plt. Walikota Cilegon, Drs.H.Edi Ariadi,M.Si beserta tamu undangan didampingi oleh pejabat Provinsi Kadispora dan Kadispar. Api Obor diserahterimakan dari rombongan kepada Plt. Walikota Cilegon.
Kedatangan rombongan di Dermaga 2 Pelabuhan Merak disambut langsung dengan tari – tarian khas Banten. Setelah prosesi penyerahan selesai, peserta menyusun formasi untuk menuju Kota Cilegon, melalui Jalan protokol menggunakan mobil sampai dengan Landmark Kota Cilegon.
Saat tiba di Landmark rombongan disambut Marching Band dan Cilegon Ethnic Carnival, lalu dilanjutkan proses penyerahan Api Obor kepada pelari yang sudah disiapkan secara estafet sampai dengan Rumah Dinas Walikota Cilegon.
Pada pukul 13.00 WIB pelari akan bersiap menuju BMW Citra Gading guna menyerahkan Api Obor dari Plt. Walikota Cilegon, Drs.H.Edi Ariadi,M.Si kepada Wakil Bupati Serang, H.Pandji Tirtayasa.
Setelah itu, di BMW Citra Garden kedatangan Api Obor disambut marawis dan rampak bedug persembahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Serang serta serah prosesi serah terima api obor.
Perjalanan dilajutkan menuju destinasi wisata Tasikardi, dengan ditampilkan kesenian Debus.
Pukul 15.20 prosesi pelepasan dari Tasikardi menuju Hotel Le Dian Serang. Api obor akan diserahkan kepada Kepala BPK Perwakilan Banten, Thomas Ipoeng Anjar Wasita. Selanjutnya kirab menuju Stadion Maulana Yusuf Kota Serang.
Kirab Api obor akan dimulai pukul 19.00 dilepas oleh Wakil Walikota Serang, Pandji Tirtayasa menuju Museum Negeri Banten. Perjalanan Api Obor dari Stadion Maulana Yusuf ke Musium Negeri Banten dengan seribu Obor. Tak hanya itu dalam pawai akan dimeriahkan oleh Marching Band Gita Surosowan dan juga diikuti oleh Paskibra, Pramuka, TTKDH, dan Ethnik Karnival Banten dan para seniman atau budayawan serta masyarakat.
Kirab Api Obor Asian Games malam akan di bawa oleh atlit Banten dan Agung Hercules di mulai dari titik alih di Kantor Bjb menuju Museum yang akan di bawa oleh Direktur Utama Sinar Mas – Ketua Koni Banten – Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Banten – Kepala BPK Provinsi – Danrem Maulana Yusuf – Kapolda Banten – Gubernur Banten.
Atlet yang turut serta membawa obor berjumlah 20 atlet,10 atlet putra dan 10 atlet putri. Atlet ini akan ada dalam pertandingan Asian Games 2018 berjumlah 21 Atlet.
Saat tiba di Museum Negeri Banten pukul 20.23 WIB. Di depan Alun- Alun Kota Serang dilakukannya prosesi penyerahan Torch dari Kapolda kepada Gubernur Banten yaitu Bapak Dr. H. Wahidin Halim, M.Si. dan menyalakan mini cauldron.
Gebyar yang menarik dari acara puncak dalam Torch Relay 2018 di Banten yaitu pada malam hari terdapat banyak hiburan yang ditampilkan seperti, musik tradisional Banten, Ethnik Karnival Banten, Rampak Bedug, dan lain-lain.
Pada tanggal 10 Agustus 2018, Api Obor Asian Games melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Jawa Barat yaitu Purwakarta. Persiapan pun sudah dilakukan dengan penyusunan formasi menuju purwakarta.
Tulisan : Yuyun Wahyuni
]]>
Sejumlah acara telah disiapkan demi menyambut perhelatan akbar tahunan yang digelar 20-22 April 2018 ini. Prosesi dimulai di Kabupaten Lebak dengan gelaran ‘Ngabageakeun masyarakat Baduy, Babacakan jeung urang Baduy, Prosesi Seba ke Bupati Lebak, Sapeuting jeung urang Baduy dan Lumangsungna bral miang masyarakat Baduy’.
Tidak berhenti sampai di sini, agenda kegiatan akan dilanjutkan ke Kota Serang di mana gelaran ‘Ngabageakeun masyarakat Baduy serta Arak-arakan dan Gebyar Exciting Banten on Seba Baduy’ sudah disiapkan untuk menyambut masyarakat Baduy yang berjalan kaki sejauh 99.8 Km. Di sela kegiatan tersebut, masyarakat adat Baduy akan melakukan prosesi Seba ke Gubernur Banten.
Setelah semua prosesi digelar, masyarakat adat Baduy yang semuanya laki-laki karena yang perempuan tidak diperbolehkan ikut, akan melakukan prosesi terakhir ke Bupati Serang lalu diakhiri kegiatan ‘Mulangkeun’.
Adapun rangkaian acara gebyar Exciting Banten On Seba Baduy yang berada di alun-alun kota serang diisi dengan acara seni budaya, gelar produk unggulan, workshop ekraf, kuliner khas banten, pagelaran batik dan tenun banten, pameran foto dan aneka hiburan lainnya.
Ketua Pelaksana Calendar of Event (CoE) 2018 Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, Seba Baduy merupakan salah satu destinasi wisata budaya favorit Provinsi Banten.
“Budaya itu semakin dilestarikan, akan semakin mensejahterakan,” ungkap Esthy Reko Astuti lebih jauh.
Pada tahun ini, keseruannya akan bertambah karena ada destinasi Digital pasar genpi di Exciting Banten On Seba Baduy. Genpi Banten akan hadir dengan standnya yang bertemakan destinasi digital berupa pasar, yaitu Pasar Kampung Bekelir dan Pasar Kaulinan.
Pasar Kaulinan yang berkonsep nature, manmade bambu dan khas capingnya, transaksi yang unik berupa koin yang terbuat dari batok kelapa. sementara itu Pasar Kampung Bekelir yang bernuansa urban dengan foodtrucknya. Di stand Genpi juga akan diadakan kegiatan lomba foto, penayangan video aktivitas genpi, dan destinasi. Jadi, tunggu apalagi. Yuk datang dan meriahkan Gebyar Exciting On Seba Baduy 2018.
kontributor: Aneu
]]>Bertempat di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Senin (26/2), Kegiatan Launching GenPI Kota dan Kabupaten di wilayah Provinsi Banten resmi di luncurkan. Dalam kegiatan Launching GenPI ini dihadiri oleh Don Kardono selaku Staff Khusus Kementerian Pariwisata Indonesia Bidang Komunikasi sebagai Pembina Generasi Pesona Indonesia.
Don Kardono mengingatkan bahwa ada beberapa hal penting yang tidak boleh di bahas dalam Komunitas GenPI, yaitu Isu Sara, Isu Hoax, dan Isu Politik. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi dampak buruk terhadap dunia pariwisata di Indonesia.
Pada acara yang sama, Kegiatan Launching ini juga di hadiri oleh Ketua GenPI Nasional, Mansyur Ebo. dan tidak lupa Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati beserta jajarannya turut menghadiri sekaligus membuka kegiatan Launching GenPI di empat wilayah Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten.
]]>Elegance isn’t solely defined by what you wear. It’s how you carry yourself, how you speak, what you read. We have got to change our ethics and our financial system and our whole way of understanding the world.
It has to be a world in which people live rather than die a sustainable world.I didn’t want to be a fashion designer, and for a good half of my career I didn’t like it. I always wanted to do other things. It’s the attitude you bring to clothes that make the difference. Everything I do is a matter of heart, body and soul.
Age and size are only numbers.
]]>
It has to be a world in which people live rather than die a sustainable world.I didn’t want to be a fashion designer, and for a good half of my career I didn’t like it. I always wanted to do other things. It’s the attitude you bring to clothes that make the difference. Everything I do is a matter of heart, body and soul.
Age and size are only numbers.
When I was young, I lived like an old woman, and when I got old, I had to live like a young person
]]>It has to be a world in which people live rather than die a sustainable world.I didn’t want to be a fashion designer, and for a good half of my career I didn’t like it. I always wanted to do other things. It’s the attitude you bring to clothes that make the difference. Everything I do is a matter of heart, body and soul.
Age and size are only numbers
When I was young, I lived like an old woman, and when I got old, I had to live like a young person
Confidence! If you have it, you can make anything look good.
I still appreciate individuality. Style is much more interesting than fashion, really.
Attitude is everything. It’s really easy to get colors right. It’s really hard to get black – and neutrals – right.
It has to be a world in which people live rather than die a sustainable world.I didn’t want to be a fashion designer, and for a good half of my career I didn’t like it. I always wanted to do other things. It’s the attitude you bring to clothes that make the difference. Everything I do is a matter of heart, body and soul.
Age and size are only numbers.
When I was young, I lived like an old woman, and when I got old, I had to live like a young person
]]>