Serangkaian acara Exciting Banten on Seba Baduy sudah dimulai, Senin (29/4), di Kabupaten Lebak, Banten. Acara inti event ini digelar pada 4 Mei.
Dalam Event ini, ada beragam pameran dengan produk kreatif. Salah satu produk kreatif yang dihadirkan pada pameran tersebut adalah kerajinan khas Baduy.
Banyak sekali kerajinan khas suku Baduy yang dapat dibeli oleh pengunjung ketika datang ke pameran tersebut, seperti kain tenun, pakaian pangsi, kopiah, slayer baduy, gelang, dan tas dari saray. Banyak stand yang menjual kerajinan khas suku Baduy. Diantaranya yaitu genpi Lebak dan stand yang dijaga oleh Suku Baduy asli.
Banyak sekali pengunjung yang mengunjungi stand dan membeli kerajinan khas Baduy. Baik itu membeli souvenir sebagai buah tangan untuk keluarga dan kerabat, maupun kerajinan yang dibeli untuk digunakan sendiri.
Pada umumnya, pengunjung menyukai kerajinan khas Baduy karena memiliki ciri khas dan diproses secara tradisional. Ciri khas dari kerajinan Suku Baduy ini mengandalkan bahan baku yang masih asri dan terdapat di alam sekitar, serta corak dan model yang tetap mengedepankan tradisi Suku Baduy. Salah satu contohnya adalah tas koja yang dibuat dari kulit pohon teurep. Begitu juga gelang yang terbuat dari rotan.
Tujuan dari pameran kerajinan khas Suku Baduy ini adalah untuk memperkenalkan serta melestarikan kearifan lokal, yaitu kerajinan yang dibuat secara tradisional oleh masyarakat Baduy.
Begitu pun pernyataan dari salah satu masyarakat Baduy, “Saya sih tidak terlalu memikirkan menang hasil, yang lebih penting memperkenalkan kerajinan khas baduy” ujar Sarip yang akrab disapa Arip.
(Husnul)
]]>Acara yang sakral ini sudah menjadi kebudayaan atau adat orang Baduy bertemu bupati Lebak untuk menyerahkan hasil panen mereka. Sebelum itu mereka melakukan tradisi kawalu selama 3 bulan, kawalu adalah Baduy dalam yang tidak boleh dikunjungi oleh orang luar atau parawisatawan.
Pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karna dalam rangkaian Event Seba Baduy ada Eco Travel yaitu MUNGGAHAN BARI SEBA yang bertemakan “Eco Travel Write and Ride”, maksud mengambil tema tersebut agar mereka bisa menulis tentang event ini dan mereka menuju Museum Multatuli menggunakan andong.
Para travel bisa mengikuti acara Event Seba Baduy ini dengan paket murah yang disediakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten.
Munggahan Bari Seba para travel dari luar Banten berjumlah 40 orang berasal dari Jabodetabek, para Eco Travel menggunakan KRL dari stasiun Tanah abang Jakarta sampai stasiun Rangkasbitung. Meeting point sekitar jam 7 pagi di stasiun Tanah Abang keberangkatan KRL pukul 07.30 wib sampai distasiun rangkasbitung sekitar pukul 09.40 WIB, setelah mereka sampai dilanjutkan mereka menggunakan andong dari stasiun menuju Museum Multatuli.
Para Eco Travel disambut dan dibuka langsung oleh ibu kadispar provinsi Banten dan bapak Kadis kabupaten Lebak. Para travel diarahkan untuk Explore Museum, explore rumah batik dan membatik bersama, setelah itu para Eco Travel bersiap-siap menyambut orang Baduy.
Kadispar provinsi Banten Eneng Nurcahyati menjelaskan, “bahwa kunjungan ini sebagai bagian dari mempromosikan pariwisata Indonesia dan pariwisata dibanten khususnya dilebak hadir pada proses tradisi Seba Baduy yang hanya ada di provinsi Banten tidak ada didunia mana juga” dan ibu kadispar pun memberikan pin sebagai simbolis.
Disaat membatikpun dijelaskan teknik cara membatik dan prosesnya, dan ada 12 motif batik khas Lebak yaitu : Sawarna, sadulur, angklung buhun, pare sapocong, kalimaya, kahuripan baduy, serentaun, caruluk saruntuy, leuit sijimat, dan terakhir Lebak bertauhid. Budi doremi pun turut hadir memeriahkan acara Seba Baduy dan ikut serta hadir diacara para Eco Travel disaat membatik.
Pada saat acara berlangsung para Eco Travel membuat tulisan untuk dilombakan, karna GenPI Banten mengadakan lomba tulisan via IG dan Facebook dan langsung diumumkan usai mengikuti acara prosesi jalan orang baduy karna setelah maghrib mereka harus menuju stasiun untuk pulang. (Yulfi)
]]>Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengungkapkan bahwa sebagai Generasi Milenial, harus berusaha menjadi Generasi Milenial yang cerdas, jangan menjadi milenial yang merusak, terutama merusak diri dan keluarga.
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini dengan maksud agar menjadikan generasi Milenial supaya lebih megetahui tentang potensi wisata dan tempat-tempat wisata, minimal yang ada di kabupaten/kotanya.
Dihadiri oleh 200 peserta dari siswa-siswi yang berasal dari SMK Negeri dan SMK Swasta yang ada di Provinsi Banten, juga turut dihadiri Kang Nong Banten sebagai pemuda pelopor wisata dan pemuda pelopor pembangunan.
Rinto Taufik Simbolon dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia menjelaskan tentang pentingnya arti pariwisata, baik bagi penggiat wisata, masyarakat biasa, bahkan sangat penting untuk edukasi kepada generasi milenial. Selain dari Kementrian Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Banten juga menghadirkan Praktisi Pariwisata, Irwan Tamrin.
“Pariwisata sebagai penyumbang Devisa dan lapangan kerja mudah dan murah, bahkan pariwisata juga menyumbangkan 10% Devisa Nasional dengan nominal tertinggi di ASEAN.”
Selain itu juga, pariwisata juga identik dengan menjual citra dan memberikan pengalaman yang unik dan menarik untuk para pengunjung atau wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Banyak sekali keinginan dan kebutuhan yang berbeda dari setiap wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara dalam memperoleh hak pariwisatanya.
Banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya latar belakang yang berbeda, pendidikan, budaya, life style, juga adat dan istiadat. (Hendri/Genpi Lebak)
]]>CILEGON – Golok day Festival 2019 akan di gelar selama dua hari pada Rabu 3-4 Mei 2019, kegiatan tersebut dilaksanakan di jalan Jendral Sudirman Kota Cilegon, Kamis, (2/4/2019).
Golok Day Festival tahun 2019 ini, merupakan golok day festival yang ke-5 menurut catatan dari pada tim registrasi hari ini sudah ada yang mendaftar 3865 pesilat atau pendekar dari 9 negara 13 Provinsi 32 kabupaten kota se indonesia.
Sementara itu penyelengara kegiatan Aden mengatakan, Golok Day Festival 2019 ada yang berbeda dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.
“Sebelumnya ada festival pencak silat tingkat nasional di 2018 Festivalnya menjadi Internasional karna ada peserta dari Malaysia dan Singapura, lalu seminar budaya Nasional yang tadinya hanya Nasional sekarang menjadi internasional karna narasumbernya juga ada dari Malaysia dan Singapura karena pesertanya melibatkan 4 negara,” ungkapnya.
Selain itu ada juga sebelumnya Cilegon Golok Competition yang mempertunjukan keahlian dengan menggunakan golok dengan Frem atau kerangka budaya.
“Sebelumnya hanya Cilegon, karna di ikuti oleh lokal, tahun ini di ikuti oleh 5 negara makanya di berikan merek Word Golok Competition,” ucapnya.
Hal-hal lainya yang berbeda dari tahun sebelumnya karna ada konser amal mengetuk pintu langit bersama ustad Opik Tombo Ati.
“Kami dari pendekar yang berkumpul berkeinginan selesai Golok Day ini nanti dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan sosial dimana dana yang terkumpul ini akan menjadi salah satu pemasukan untuk santunan anak yatim dan dhuafa di bulan suci Ramdhan,” tendasnya.
(Genpi Cilegon)
]]>Lebak – Dedi Lukman Indepur Asissten Administrasi Kesejahteraan Rakyat di dampingi oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah Membuka secara resmi Pameran Ekonomi Kreatif (EKRAF) dan Festival Kopi yang ditandai dengan pengguntingan pita bunga di Alun-alun Rangkasbitung. Senin (29/4/2019)
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian event Exciting Banten On Seba Baduy 2019 yang akan di laksanakan pada tanggal 4 Mei 2019 mendatang.
Pada tahun ini seba Baduy terlihat lebih semarak dan menarik di buktikan dengan gelaran pameran ekraft dan festival kopi dengan harapan masyarakat turut serta terlibat dalam memeriahkan acara seba baduy kali ini. Selain Festival Kopi, juga ada Festival Seni Rupa yang bertempat di Museum Multatuli. Festival ini menyajikan lukisan-lukisan dan hasil foto yang berbau khas Lebak, terutama Suku Baduy.
Dedi Lukman dalam Sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya, namun agak sedikit berbeda dari tahun – tahun sebelumnya, sesuai dengan Visi Misi Bupati Lebak dan Wakil Bupati Lebak menjadikan Kabupaten Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional berbasis Potensi Lokal. Rangkaian acara yang disuguhkan setiap harinya akan berbeda, mulai dari tari tradisional, panggung beatbox, bincang-bincang literasi, dan masih banyak lagi.
Kegiatan ini di ikuti sejumlah para pelaku usaha kecil menengah dengan menampilkan berbagai hasil kerajinan tangan dan kuliner. Telah hadir pula Duta Wisata Saija Adinda Lebak dan Duta Koperasi Kabupaten Lebak yang turut andil memeriahkan pembukaan Pameran tersebut.
Exciting Banten On Seba Baduy tahun ini di selenggarakan mulai tanggal 29 April s/d 6 Mei 2019 mendatang.
Meski acara pembukaan pameran di guyur hujan namun warga antusias mengikuti dan turut pula pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, sejumlah masyarakatpun berbondong – bondong menyaksikan pembukaan pameran dan disuguhkan alunan musik tradisional yang di tampilkan pada panggung utama.
(Hendri/Genpi Lebak)
]]>Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang menggelar acara pembukaannya tepatnya pada tanggal 7 Maret 2019 di Alun-alun Barat Kota Serang.
Pembukaan Festival Kaibon ini juga merupakan acara yang pertama kalinya digelar oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang, ini merupakan langkah awal untuk bisa meningkatkan Pariwisata di Kota Serang ini terus eksis di kancah Nasional maupun Internasional.
Festival Kaibon ini, juga dihadiri oleh Orang Nomor satu di Kota Serang, serta orang Nomor dua di Kota Serang. Yakni Walikota Serang dan juga Wakil Walikota Serang yang turut hadir menyempatkan waktunya untuk hadir dalam acara Festival Kaibon ini.
Tidak terlepas dari itu, Walikota Serang juga ikut menyampaikan sebuah harapan kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang sendiri untuk terus eksis dalam memajukan pariwisata di Kota Serang.
“Pada pelaksanaan Festival Kaibon ini, semoga menjadi langkah awal untuk bisa memajukan pariwisata Kota Serang, serta untuk meningkatkan kreatif-kreatif seni yang ada di Kota Serang, tentunya menjadi ikon dalam seni dan budaya sendiri. Dan agar seni dan budaya di Kota Serang sendiri mampu menampilkan di kancah provinsi sampai ke tingkat Nasional.” ujar beliau.
“Bahwa malam minggu besok, kami berharap kepada Kepala UPT dan masyarakat setempat, akan hadir launching PKL yang berada di Pandean serta akan di hibur oleh penampilan seni dan budaya khas dari Kota Serang.” sambungnya lagi saat membuka Festival Kaibon 2019. (wn)
]]>Rhino Dive Center dibangun oleh PT Banten West Java (BWJ). Kehadirannya dapat mengatrol wisata bahari Tanjung Lesung. Rhino Dive Center bisa menjadi gerbang untuk masuknya wisatawan mancanegara (wisman). Berikut investasinya.
Bukti nyata sudah terpapar jelas. Investor dari Australia sudah terjun. Yang disentuh adalah sisi amenitas. Investor asing ini membangun cluster hostel di kawasan KEK Tanjung Lesung. Setelah itu, menyusul nomadic tourism berupa glamping dan karavan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku senang bisa menjadi bagian dari pengembangan di Tanjung Lesung.
“Alhamdulillah tahun kemarin Saya yang melakukan groundbreaking. Dan Saya juga yang meresmikannya sekarang. Jadi kita harapkan adanya Dive Center ini bisa mengangkat potensi wisata bahari di Tanjung Lesung,” ujar Menpar Arief Yahya, Jumat (28/9).
Menurut menteri asal Banyuwangi ini, salah satu kekuatan Tanjung Lesung adalah wisata bahari. Sehingga menjadi wajib ada dive centre di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini.
“Tanjung Lesung memiliki pemandangan bawah laut yang indah. Saya sudah membuat janji sebelumnya bahwa akan ada pusat selam dan sekarang sudah ada. Wisman yang suka menyelam tidak akan segan datang ke Tanjung Lesung sekarang,” jelas Menpar Arief Yahya.
Salah satu kekuatan Tanjung Lesung adalah bawah lautnya. Kondisinya masih sangat alami. Lengkap dengan terumbu karang yang utuh dan arus laut yang tenang. Banyak yang menilai, bawah laut Tanjung Lesung lebih bagus daripada Kepulauan Seribu. Meski ekosistem, jenis karang, dan organisme lautnya hampir sama.
Di bawah laut Tanjung Lesung dapat ditemukan beberapa jenis karang, seperti Montastrea, Labophyllia, Acropora, dan Porites. Sedangkan biotanya antara lain, bintang laut, lili laut (crinoid), ubur-ubur, ikan anemon (clownfish), ikan kepe, dan ikan betok sersan mayor.
“Selain itu, bawah laut Tanjung Lesung juga menyimpan banyak kapal karam. Biasanya ini juga disukai para diver. Kondisinya karangnya bagus, masih virgin, arusnya tenang,” tambahnya.
Nah menariknya, dulu alat-alat selam harus bawa sendiri. Kini Dive Center Tanjung Lesung sudah menyediakan penyewaan alat-alat aktivitas pantai, snorkeling, dan selam. “Wisatawan sekarang sudah tidak perlu repot-repot lagi bawa alat selam yang berat. Semuanya sudah disediakan di sini. Instrukturnya juga sudah profesional,” ujarnya.
Untuk itu, Menpar Arief Yahya mendorong keseriusan Pemda untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Apalagi, investor asing sudah berani masuk. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tujuannya untuk pariwisata, akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Tanjung Lesung.
“Yang penting CEO commitment. Bila Gubernur dan Bupatinya commit, maka semua go easier. Tapi bila tidak, maka semuanya akan menjadi sulit. Investasi juga tersendat,” ujar Menpar Arief Yahya.
Pria asal Banyuwangi ini meminta pemprov Banten melakukan benchmark ke Mandalika. Menurutnya, KEK yang ada di Mandalika perkembangannya sangat pesat. Sehingga ekosistem pariwisata beri dampak positif ke masyarakat.
“Silakan benchmark ke Mandalika. Lihat yang sudah ada di sana. Dampak positif pariwisata benar-benar dirasakan masyarakat. Untuk infrastruktur benchmark-nya bisa ke Danau Toba,” cetus Menpar Arief Yahya.
Dijelaskannya, KEK Mandalika memiliki lahan seluas 1.034 hektar. Yang mengembangkan BUMN, PT Indonesia Tourism Development Corporate (ITDC). ITDC juga sukses membangun kasawan pariwisata Nusa Dua di Bali.
“Hingga saat ini, ada delapan investor yang tertarik membangun hotel atau resort di KEK Mandalika. Investasinya mencapai Rp 13 triliun,” ungkap Menpar Arief Yahya.
Menpar mengacungkan jempol langkah ITDC mengembangkan Mandalika. Sebelum membangun infrastruktur, yang dibangun adalah community atau masyarakatnya.
“Sebelum dibangun infrastruktur, dibangun masjidnya dulu, lalu dibangun juga UMKM Center. Sehingga itu bisa meredam gangguan-gangguan. Setelah itu, Mandalika menyinergikan UMKM dalam sentral koordinasi untuk mengembangkan UMKM di kawasan,” paparnya.
Agar pembangunan infrastruktur berjalan, lanjut Menpar, Bupati dan Gubernurnya harus sejalan. Satu visi misi menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa dan Produk Domestik Bruto (PDB).
“Semuanya harus kompak. Lihat Danau Toba sekarang. Pembangunan infrastruktur pesat. Mulai dari bandara internasional hingga hotel. Semuanya dimulai dari nol. Padahal Danau Toba ada 7 Bupati. Tapi semuanya sepakat satu visi misi dalam membangun Danau Toba,” tuturnya.
Ditambahkan Menpar Arief Yahya, saat ini Tanjung Lesung membutuhkan aksesibilitas laut dan udara yang memadai. Banten harus punya bandara sendiri. Untuk transportasi laut, bisa berupa Marina.
“Dua fasilitas tersebut tentunya akan berdampak positif untuk mempercepat infrastruktur lainnya. Ini akan meningkatkan kunjungan wisman secara signifikan,” kata Menpar Arief Yahya.
Untuk Pembiayaan, disarankan memanfaatkan lembaga keuangan pemerintah. Seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Sarana Multigriya Financial, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA), dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir.
“Kita kemarin sudah MoU dengan Menteri Keuangan. Sekarang pariwisata sudah bisa memanfaatkan kredit ekspor impor untuk financing. ITDC dapat 1,3 triliun bunga 5%. Silakan datang ke lembaga-lembaga itu, sekalian bawa proposalnya,” pungkas menteri yang membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinitryOfTourism2018 se Asia Pacific di Bangkok, 20 September 2018.
Direktur PT Jababeka Tbk Hyanto Wihadhi menambahkan, adanya Dive Center ini terbukti memicu investor swasta masuk Tanjung Lesung. Dive center ini merupakan langkah awal agar potensi wisata bahari di Tanjung Lesung bisa tereksplor maksimal.
“Saat ini sudah masuk investor dari Australia. Mereka membangun cluster hostel di kawasan KEK Tanjung Lesung. Selain itu, juga tengah dilakukan kajian bersama investor pengembangan glamping. Berupa container menjadi hotel dan karavan dari bus-bus Damri,” jelas Hyanto.
Tidak hanya itu, saat ini juga tengah mempersiapkan pembangunan Marina. Tujuannya tentu agar kapal-kapal yacht atau kapal wisata bisa bersandar di Tanjung Lesung. “Pasar yacht club juga sedang kita sasar. Dengan adanya dive center ini, mereka tidak akan ragu lagi untuk melakukan aktivitas diving di Tanjung Lesung,” kata Hyanto.
Untuk pembangunan Marina, masih dilakukan riset bekerja sama dengan lembaga profesional. Riset ini untuk mengetahui visibility study sejauh mana kelayakan Tanjung Lesung untuk dibangun Marina.
“Saat ini sudah ada mini Marina. Kita inginnya Tanjung Lesung memiliki Marina yang layak didatangi kapal pesiar. Risetnya sudah dilakukan, kita tunggu saja hasilnya” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati berharap industri pariwisata turut memanfaatkan adanya dive center ini. Pihaknya akan mendorong diciptakan paket-paket wisata yang sasarannya pecinta diving.
“Kami sangat mengharapkan peran serta para industri pariwisata. Mereka bisa turut mempromosikan dan menjual paket-paket khusus diving di Tanjung Lesung dan sekitarnya,” ucap Eneng.
]]>Pasar digital ke-23 milik GenPI ini diresmikan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat 28 September 2018. Bertepatan dengan Festival Tanjung Lesung 2018. Terpantau ratusan pengunjung sudah menikmati pasar ini.
Kedatangan Menpar Arief Yahya disambut 100 Penari. Prosesi peresmian pasar @berbatikcikadu dibuka dengan pengguntingan pita. Kemudian dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Menpar Arief Yahya.
Pasar digital ini berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang. Didukung juga pihak-pihak sponsor dalam pembuatan Pasar Berbatik Cikadu.
“Dengan mengucap Bismillah, Pasar Berbatik Cikadu saya resmikan dibuka. Kepada masyarakat Cikadu silakan memanfaatkan pasar ini mengembangkan pariwisata atau memasarkan batiknya,” ujar Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya juga berharap, agar GenPI dan pengelola saling bekerjasama menangani Pasar Berbatik Cikadu dengan baik. Agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan mengangkat perekonomian sekitar .
“Point saya manfaatkanlah anggaran dengan sebaik-baiknya. Gandeng perusahaan-perusahaan terutama BUMN. Tapi point saya gunakan pasar ini sebesar-besarnya,” kata Menpar.
Pasar Berbatik Cikadu mulai dibuka pukul 08:00 WIB sampai dengan 16:00 WIB. Dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 28-30 September 2018.
Di hari pertama, 28 September 2018, ada lomba Bercerita tentang sejarah Kampung Cikadu. Dimana para peserta diambil dari pengunjung yang berminat dalam bidang tulis menulis.
Selain itu, ada berbagai keramaian saat berada di peresmian Pasar Berbatik Cikadu. Seperti Lomba Membatik, permainan tradisional dan hiburan lainnya.
“Di Pasar Berbatuk Cikadu ini juga ada berbagai macam jenis olahan makanan tradisional. Seperti jajanan Gengsot khas Cikadu, Nasi Gadung, Keripik Gadung, Wajik, Kue Setan dan berbagai jajanan lainnya,” ujar Juragan Pasar Berbatik Cikadu, Karim Amrullah.
Foto Booth dan Foto untuk Selfie Pengunjung telah dikonsep dengan menarik. Stand Pasar juga dihiasi dengan Hiasan Batik khas Cikadu. Dan itu menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Pasar Berbatik ini.
“Kamu bisa berlama-lama di Pasar ini karena disediakan saung yang nyaman buat nongkrong. Juga ada WiFi yang terus mengalirkan suasana kamu untuk berselfie ria dan foto cantik untuk diuploud di medsos. Setelah itu, jangan lupa ikuti lomba foto Genpi-nya. Kamu bisa cek di Instagram @genpibanten @pasarberbatik”,imbuh Karim.
]]>Sejak pagi hari, lokasi kegiatan sudah didatangi ribuan pengunjung. Festival diawali dengan tarian kolosal yang melibatkan 100 penari. Menpar Arief Yahya pun memuji gerakan-gerakan yang dipertontonkan para penari.
Kegiatan Festival Pesona Tanjung Lesung 2018 juga dimeriahkan dengan Lomba Kolecer. Kemudian ada pawai budaya dan live show band. Selain itu, besoknya ada Rhino XTriathlon dan lomba MTB XC Marathon (Mountain Bike Cross Country) dan Sunset Trail Run.
“Saya bersyukur kegiatan ini bisa terselenggara lagi tahun ini. Saya mau umumkan, Festival Pesona Tanjung Lesung kembali masuk dalam Top 100 Calendar of Event 2019. Saya berharap tahun depan lebih heboh lagi,” ujar Menpar Arief Yahya, Jumat (28/9).
Yang dimaksud heboh Menpar ini tidak main-main. Dia meminta tahun depan Festival Pesona Tanjung Lesung menggunakan standar nasional bahkan global. Seperti kurator, koreografer, dan arrangernya harus level minimal nasional.
“Saya minta untuk kurator menggunakan minimal Denny Malik. Untuk koreografernya bisa pake Eko Nugroho (Eko Pace) yang digunakan untuk Asian Games. Lalu untuk aranger bisa pakai antara Dwiki Darmawan atau Gilang Ramadan,” kata Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya menambahkan, Dinas Pariwisata Banten jangan khawatir, sebab Kemenpar akan memberikan dukungan penuh.
“Silakan komunikasikan dengan mereka. Nanti yang membiayai Kemenpar. Festival Pesona Tanjung tahun depan akan mendapatkan dukungan Rp 1,5 miliar,” tambah Menpar Arief Yahya.
Tidak hanya atraksi, Menpar juga mengingatkan Banten agar meningkatkan aksesibilitas dan amenitas. Sebab, untuk menjadi event internasional, daerah harus kuat 3A (aksesibilitas, amenitas, dan atraksi).
Menurutnya, sebuah destinasi wisata kelas dunia tidak boleh ditempuh lebih dari 2 jam. Solusinya, percepatan infrastruktur jalan tol ke Serang-Panimbang yang berjarak 83 Km harus segera diselesaikan.
“Kami tidak bisa menjual Tanjung Lesung jika jarak tempuh masih 5 jam dari Jakarta. Selain tol, akses kereta api akan direaktivasi jalur Labuan hingga Panimbang,” kata Menpar Arief Yahya.
Untuk akses udara, pria asal Banyuwangi itu dengan tegas mengatakan, sebuah destinasi wisata kelas dunia harus punya international airport. Walapun bandara Soekarno-Hatta terletak di Banten, namun lebih melayani greater Jakarta.
“Tahun kemarin kita sudah sepakat bagi tugas. Saya mengusulkan agar dibangun bandara lagi. Surat sudah Saya sampaikan ke Kemenhub. Tinggal tugas Kabupaten Pandeglang yang menyiapkan lahannya. Dan tugas Gubernur yang menetapkan,” tutur Arief Yahya.
Terkait amenitas, Menpar kembali menegaskan, sebelum membangun KEK Pariwisata, utamakan membangun masyarakatnya dulu. Pembangunan dimulai di Cikadu, Tanjung Lesung.
“Masyarakatnya dulu yang harus dibangun, tingkatkan kesadaran mereka bahwa sektor pariwisata ini berpotensi bisa mensejahterakan. Baru kemudian fisik pembangunan dimulai bisa dari Cikadu hingga Tanjung Lesung,” ujar mantan Dirut PT Telkom ini.
Soal pembangunan amenitas, Menpar menyarankan homestay. Untuk biayanya agar menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata.
“Hal ini sudah kita lakukan di Danau Toba. Saya melihat di sini ada lahan yang bisa dijadikan homestay. KUR Pariwisata itu platformnya Rp 25 juta hingga Rp 500 juta dengan bunga hanya 7% saja,” terang Menpar Arief Yahya.
Menpar juga mendorong Pemprov untuk gencar mencari investor. Menurutnya, kalangan swasta masih lambat dalam merespon pembangunan di Tanjung Lesung.
“Pemerintah sudah memulai investasi. Tapi sayang swasta lambat merespon. Padahal Presiden Joko Widodo sudah memberikan kepastian akses tol akan diselesaikan. Pemprov juga harus proaktif menarik investor,” cetusnya.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, pembangunan infrastruktur untuk mendukung KEK Tanjung Lesung menjadi prioritas. Karena akan memudahkan wisatawan berkunjung ke destinasi unggulan ini.
Bukan tanpa sebab, dari data Pemprov Banten, potensi pariwisata Banten sangat besar. Saat ini, Banten memiliki 1.166 daya tarik wisata (DTW) terdiri 344 DTW alam, 591 DTW sejarah dan budaya, dan 231 DTW minat khusus/buatan.
“Sektor pariwisata menjadi andalan Provinsi Banten. Laju pertumbuhan PDRB pariwisata Banten selama periode 2011-2017 rata-rata tumbuh 7,35 %,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Festival Pesona Tanjung Lesung 2018 juga sebagai sarana mendorong kesadaran masyarakat menjadikan event wisata ini mendunia.
“Kegiatan festival ini akan meningkatkan roda perekonomian masyarakat. Karena itu dibutuhkan kesadaran dan antusiame masyarakat dalam membangun atraksi wisata unik dengan sentuhan lokal dikemas menjadi atraksi wisata,” kata Irna Narulita.
]]>INAVEST Bandung 2018 yang diselenggarakan dari Jumat, 14 September 2018 sampai Minggu, 16 September 2018. Demi mempermudah dan meningkatkan mutu pelayanan public, memberikan informasi yang sedetail-detailnya kepada calon investor Negara mengenai proses investasi dan perijinan, sebagai ajang pertukaran informasi dan sharing antar pemerintah daerah dan institusi terkait lainnya, mempromosikan potensi dan peluang investasi unggulan yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah, mendorong masuknya investasi ke daerah, meningkatkan kemampuan dan profesionalitas aparatur pusat dan daerah dalam melayani dan mempromosikan peluang investasi.
Bandung kembali mengadakan kegiatan rutin Inavest 2018 dengan bertema “Pameran Pelayanan Publik & Investasi”. yang diikitu oleh beberapa Kota & Kabupaten di Indonesia. kali ini inavest diadakan langsung di Landmark Convention Hall – Bandung, Jawa Barat.
Menurut Drs. Nursalim M.Si. Selaku Kepala Bidang Promosi Disparpora Kota Serang “Tujuan acara Inavest ini dalam rangka memperkenalkan product daerah (Kota Serang) khususnya potensi pariwisata, ekonomi dan sumber daya manusia kepada dunia luar, baik dalam maupun luar negeri. Yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah memberikan kontribusi pada PAD kota serang baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan adanya acara ini berharap akan berdampaknya bagi transaksi ekonomi khususnya ekonomi kreatif. Pelaku ekonomi kreatif yg kami libatkan selanjutnya dapat menindak lanjuti dengan buyer yang telah berhubungan dengan dalam kegiatan ini dan Khususnya Kota Serang lebih dikenal oleh Kota & Kabupaten lain di seluruh Indonesia” tuturnya.
“Dengan diadakannya acara ini kami bisa sangat menghargai para pengrajin tradisional salah 1 nya adalah Batik. Kita harus benar-benar teliti & ulet untuk mengerjakan setiap titik-titik setiap detail Pola Batik tersebut yang akan membuat kita semakin mencintai & memperkenalkan Batik kepada warga negara luar” ujar Sari Dewi salah satu peserta.
Dalam kesempatan ini Disparpora Kota Serang ikut mengisi acara InaVest. Yaitu dengan menampilkan proses membatik Batik Banten. Pengunjung diajak untuk ikut membatik guna mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang makna Batik Banten. Bahkan Wisatawan Mancanegara pun antusias dengan mengikuti kegiatan tersebut.
“Acara INAVEST sangat baik dan perlu dilestarikan seperti acara INACKRAF di JCC.
Lokasi Inavest sudah baik terkenal sejak dulu dan Batik Banten pernah mengikuti pameran Gebyar Wisata di Braga Bandung pada tahun 2003 lalu. Tentunya sangat positif dan baik dengan adanya Inavest, positifnya bagi kemajuan pembangunan daerah dan persahabatan wilayah Kota & Kabupaten di Indonesia. Terjalin akrab untuk saling mempromosikan daerahnya hingga tercapainya kemajuan pembangunan daerah yang baik telah dapat dirasakan oleh pelaku-pelaku usaha daerah dan masyarakat sekitarnya.” ujar Ir. Uke Kurniawan, SE selaku Owner Batik Banten.
Selain itu, Disparpora Kota Serang juga menyuguhkan Fashion Show Batik Banten yang diperagakan oleh Kang & Nong Kota Serang dengan menyajikan karya seni Batik Banten dalam berbagai motif. Animo pengunjung pameran terhadap acara ini sangat besar yang membuat acara ini semakin sukses & semarak.
Penulis : Agung Mulyana
]]>