Tempat makan ini terbentuk atas dasar kecintaanya terhadap kuliner Indonesia. Disisi lain, daerah tempat orang tuanya tinggal jarang dijumpai rumah makan yang enak dan nyaman.
“Saya pun merasa heran, ketika teman bermain kerumah. Saya bingung untuk mengajak mereka makan dimana, lalu saya berinisiatif membuat tempat makan di sekitaran rumah orang tua di Balaraja.” tutur Indra sang pemilik rumah makan BKR
“Kebetulan orangtua juga mempunyai catering, jadi sekalian saja saya membuat rumah makan ini”. tambahnya lagi
Alam menjadi salah satu ciri khas rumah makan ini. Disini pun tersedia saung-saung serta kolam untuk melengkapi masyarakat untuk bersantap ria.
Dibuka pukul 10.00 – 22.00 WIB, BKR menjadi tempat makan yang memiliki bumbu rempah-rempah yang khas. Proses pembuatan pun hampir diolah dua kali untuk membuat santapannya makin nikmat.
Makanan khas di tempat ini salah satunya Gurame Bakar yang diolah dua kali dari mulai di goreng hingga dibakar. Selanjutnya, menu santap lain terdapat sapi lada hitam, cumi goreng tepung, dan udang saos Padang. Ditambah lagi sayuran khas bkr yaitu Kangkung Hotplate Special.
Selain menu makan khas, BKR bisa dijadikan untuk acara wedding, reunian, arisan keluarga, dan meeting room. Buat yang penasaran sama rumah makan ini, bisa langsung cek di media sosialnya seperti Instagram di @balai_kambang_resto dan juga facebooknya.
]]>Lokasi ini memperkenalkan sisi menarik dari 7 Keajaiban Dunia yang setidaknya tidak perlu jauh-jauh datang keluar negeri tetapi dengan datang ke tempat ini pengunjung bisa berselfie ria dengan salah satu ikon dunia yang menjadi salah satu favoritnya. World Of Wonder memiliki konsep pendidikan seperti wahana Tekno Mania. Anak-anak dalam wahana ini akan belajar banyak tentang Galeri Fisika, Dunia Bawah Laut, Biologi dan Planetarium.
Kawasan ini menghadirkan bagaimana Pendidikan Anak dan Rekreasi Keluarga sangat penting sehingga tidak hanya ada momen liburan, anak-anak juga bisa sambil mengingat pelajaran-pelajaran yang sudah diajarkan di sekolahnya. Belajar itu tidak hanya di sekolah tetapi jika kamu berada di luar anak-anak juga bisa sambil mempelajarinya didampingi para orangtua.
“Kegiatan paling seru dari menariknya World Of Wonder diantaranya area pendidikan, area spot selfie, wahana air dan wahana rekreasi. Bahkan masyarakat Tangerang, Banten dan sekitarnya harus berbondong-bondong untuk datang serta berlibur ke tempat wisata ini. Tidak hanya memperkenalkan pendidikan tetapi berekreasi bisa sambil dijalankan supaya si buah hati senang” Ungkap Bisri selaku Humas W.O.W Citra Raya
Tidak hanya wisata edukasi, disini juga menawarkan beberapa permainan outbound, taman selfie, taman satwa, taman ceria dan juga Rumah Angker. Selain itu terdapat wahana baru seperti Tekno Fly, dimana pengunjung akan diajak melayang-layang di udara. Selain menikmati wahana baru, pengunjung bisa bergeser sedikit ke Paralayang Magic Bike, Sepeda Layang, Ayunan Kaisar (Mini Swinger), Kereta Minoan (Mini Train), Kincir Jurrasic (Ferris Wheel), Gasing Alexandra (Wave Swinger) dan lain sebagainya. Semua wahana disini bisa dinikmati kalangan umum terutama anak-anak, remaja serta dewasa.
Namun, untuk dapat menikmati arena wahana harus merogoh kocek sebesar Rp. 130.000,- di weekday dan Rp 150.000 di weekeend. Setelah itu, pegunjung dapat mencoba semua wahana di tempat wisata ini. Jika ada biaya lain di luar area wahana, siap-siap harus membawa uang secukupnya yaah..
Selain itu, bagi pengunjung yang berlangganan BPJS Ketenagakerjaan akan ada diskon besar-besaran sebanyak 50% dengan menunjukkan bukti kartu BPJS ke loket dengan mengajak maksimal 4 orang ke World Of Wonder yang akan berlaku pada Weekday, Weekend, Highseason sampai 31 Desember 2019. Bahkan, untuk pegunjung yang memiliki KTP Jakarta dan Banten akan ada diskon besar-besaran juga terjadwal dari bulan juni hingga juli saja.
Penasaran untuk mengajak si buah hati untuk membangun kebersamaan bersama? Datang saja ke World Of Wonder Citra Raya yang berada di Jalan Ecopolis Boulevard Mekar Bakti Panongan, Mekar Bakti, Kec. Cikupa Kabupaten Tangerang.
Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 130.000 hingga Rp. 150.000 yang beroperasional mulai pukul 10.00 – 18.00 WIB di weekday dan pukul 09.00-19.00 WIB di weekend. Maka perlu diperhatikan pula tiket masuk ke World Of Wonder Citra Raya jangan sampai hilang atau terlepas dari pergelangan tangan, karena jika tiket terlepas dari pergelangan tangan siap-siap petugas akan menegurmu di jalan.
]]>
Kegiatan pencerahan pelaku wisata dilaksanakan di Kampung Wisata Karodangan Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Tepatnya di halaman Rumah Sate Bandeng dan gerbang Bumi Perkemahan. Kegiatan diikuti oleh 20 orang Pokdarwis dan pelaku kuliner yang biasa menjual kuenya ke pasar-pasar.
Hadir pada kegiatan ini Kepala Bidang Pengembangan SDM Parekraf, Kasi SDM Pariwisata dan SDM Ekraf. Hadir juga Kepala Bidang Destinasi dan SDM Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang bersama para Kasi-nya.
Sebagai narasumber praktisi yaitu Ketua GenPi Banten didamping GenPi Kota Serang. Materi yang dipaparkan adalah pentingnya Media sosial bagi destinasi wisata. Paparan dilanjutkan praktek memotret dan mempostingnya.
Dalam sambutannya Kepala Bidang Destinasi dan SDM kelembagaan Disparpora Kota Serang mengatakan jika Karodangan merupakan Kampung Wisata rintisan bersama tiga kampung lainnya. Setelah dibantu enam titik pengeboran sumber air bersih, Kota Serang akan membuatkan gerbang masuk Kampung Wisata Karodangan pada anggaran perubahan.
Pokdarwis Karodangan sendiri sudah memiliki badan hukum dan legalitas yang lengkap kecuali belum mendaftar ke Kemenkumham. Administrasi buku tamu dan surat menyurat juga telah tertata baik. Makanya mereka menyatakan siap untuk ikut serta dalam lomba Pokdarwis tingkat Provinsi Banten.
Potensi Kampung ini meliputi area wisata buatan di bantaran sungai, camping ground, amenitas yang lengkap, aksesibilitas yang baik, pengrajin kuliner yang dikenal luas, atraksi Seni Budaya yang mumpuni dengan adanya padepokan seni pimpinan bapak Sanusi yang kerap tampil di event regional.
Kampung Wisata Karodangan harus meningkatkan konsistensi promosi dan pembinaan masyarakatnya yang belum semua sadar wisata. (Rhndi)
]]>Pandeglang – Setelah Peresmian Pasar Digital Kaulinan Menes pada satu tahun silam pada Minggu (18/3). Kali ini Genpi Banten dan Genpi Pandeglang membuat gebrakan baru yang luar biasa yakni Perayaan Dirgahayu Pasar Digital Kaulinan Menes yang ke-1 di Pandeglang.
Perayaan Milad ke-1 Pasar Kaulinan Menes ini dibuka langsung oleh Jalaludin Ketua Genpi Banten dengan dihadiri oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten pada Minggu (17/3). Pasar Kaulinan ini bertempat di Kp. Nanggorak, Ds. Alaswangi, Kec. Menes, Pandeglang, Banten.
Kemeriahan perayaan HUT Pasar Kaulinan Menes yang ke-1 ini benar-benar terasa meriah dan membuat riuh suasana.
Berbagai pertunjukan seni tradisional khas Banten dan band lokal Pandeglang turut meramaikan jalannya perayaan Milad Pasar Kaulinan ini. Mulai dari tari tradisional dari Pandawa Production dan Maung Pande dari Menes dilanjut penampilan solo dari artis cilik Banten yakin Aida Caren dan penampilan band dari Rompoet Hijau.
Selain itu, Tampilan-tampilan Genpi Se-Banten mampu membuat pengunjung terhibur. Tidak kalah menarik, berbagai macam olahan makanan tersaji di sini, salah satunya Balok Menes, Bubur Sop, Tutut, Nasi Kutang, Nasi Timbel, Otak-otak, Bakso, dan masih banyak lagi yang tersedia di Pasar Digital ini.
Dan yang paling penting buat para pengunjung tentunya spot-spot selfie yang Instagramable dan kekinian. Ditambah dengan Pojok Baduy yang bisa menggugah pengunjung untuk foto dan melihat keunikan suasana rumah adat Baduy. Selain itu juga ditambah outbond Bola Lumpur dan Kolam Tangkap Ikan serta berbagai macam permainan Tradisional.
Ketua Genpi Banten, Jalaludin dalam sambutannya mengungkapkan, semoga adanya Pasar Digital Kaulinan Menes ini, bisa menjadi magnet baru sebagai destinasi wisata yang kekinian di Banten dan Pasar Digital ini bisa menjadi peluang bisnis berdagang bagi UMKM serta masyarakat dan guna membantu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Jadi bukan cuma soal liburan saja disini, kamu pun bisa punya kesempatan berbisnis dengan ikut berjualan atau membuat booth dagang di Pasar Kaulinan Menes dengan ketentuan yang yang sudah diterapkan di Pasar Kaulinan Menes. Ditambah, Kamu bisa turut meramaikan suasana panggung dengan merencanakan agenda untuk tampil kembali ke depannya di Pasar Digital ini. Wah! Seru, Asik dan bermanfaat sekali tentunya. (nuris)
]]>Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang menggelar acara pembukaannya tepatnya pada tanggal 7 Maret 2019 di Alun-alun Barat Kota Serang.
Pembukaan Festival Kaibon ini juga merupakan acara yang pertama kalinya digelar oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang, ini merupakan langkah awal untuk bisa meningkatkan Pariwisata di Kota Serang ini terus eksis di kancah Nasional maupun Internasional.
Festival Kaibon ini, juga dihadiri oleh Orang Nomor satu di Kota Serang, serta orang Nomor dua di Kota Serang. Yakni Walikota Serang dan juga Wakil Walikota Serang yang turut hadir menyempatkan waktunya untuk hadir dalam acara Festival Kaibon ini.
Tidak terlepas dari itu, Walikota Serang juga ikut menyampaikan sebuah harapan kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang sendiri untuk terus eksis dalam memajukan pariwisata di Kota Serang.
“Pada pelaksanaan Festival Kaibon ini, semoga menjadi langkah awal untuk bisa memajukan pariwisata Kota Serang, serta untuk meningkatkan kreatif-kreatif seni yang ada di Kota Serang, tentunya menjadi ikon dalam seni dan budaya sendiri. Dan agar seni dan budaya di Kota Serang sendiri mampu menampilkan di kancah provinsi sampai ke tingkat Nasional.” ujar beliau.
“Bahwa malam minggu besok, kami berharap kepada Kepala UPT dan masyarakat setempat, akan hadir launching PKL yang berada di Pandean serta akan di hibur oleh penampilan seni dan budaya khas dari Kota Serang.” sambungnya lagi saat membuka Festival Kaibon 2019. (wn)
]]>Kang dan Nong Banten juga berkesempatan menyambangi destinasi Wisata Arung Jeram Banten Rafting Ciberang (BRC). Sebelum mengikuti acara Ruangan Adat Masyarakat. (Sabtu, 02 Maret 2019)
Kang dan Nong Banten berkesempatan mencoba serunya untuk berwisata di Arum Jeram yang dipandu oleh guide dari pihak pengelola wisata BRC.
Setelah itu, Duta Wisata langsung menghadiri Riungan Gede Masyarakat adat se-Banten Kidul. Duta Wisata ini menyambut para tamu undangan khususnya Menteri LHK, Menteri Kominfo, dan Bupati Lebak. (Minggu, 3 Maret 2019)
Selain itu, Duta Wisata juga membuka stand bazar untuk mempromosikan Banten yang sedang berkembang di sektor wisatanya.
Riungan Kasepuhan Adat Se-Banten Kidul pada 1-3 Maret ini merupakan agenda lima tahunan sekali. Dan Tahun ini merupakan Tahun ke-11 dalam melaksanakan Riungan Kesepuhan Adat.
Disebutkan juga oleh Ketua Sabaki saat memberikan sambutan pada acara tersebut, bahwa Sabaki ini terdiri dari 750 Komunitas yang tergabung.
Acara Riungan Gede Masyarakat ini bertujuan menghasilkan maklumat yang disepakati oleh Masyarakat adat yang hadiri dalam acara tersebut.
Maklumat kali ini bertemakan Mewujudkan kedaualatan Masyarakat adat Kasepuhan, yang di laksanakan di Wewengkon Kasepuhan adat Citorek, Lebak.
Maklumat ini di buat atas Aspirasi, Suara dan Pandangan Masyarakat Adat yang menghadiri acara untuk kemudian di sampaikan kepada pemerintah supaya terlaksananya Kedaulatan dan Kesejahteraan masyarakat adat Banten Kidul.
Dihadiri juga Menteri Kominfo yang memberi sambutan terkait masalah komunikasi di wilayah masyarakat adat Banten Kidul untuk menjadikannya masyarakat yang bermanfaat.
“Masyarakat adat merupakan kearifan lokal yang harus di pertahankan”. Tuturnya lagi.
Dihadiri pula Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan oleh Ibu Siti Nurbaya dengan memberi sambutan pada acara ini.
Dilanjutkan pula, dengan aksi menanam pohon sebagai simbolik mendukung terlaksananya menanam satu juta pohon di Masyarakat adat Banten Kidul. (DR)
]]>Mentri Pariwisata melanjutkan perjalanan menuju Seminar dan Workshop Themepark, Waterpark, Attraction dan Recovery bisnis Pariwisata Provinsi Banten yang diselenggarakan oleh DPD Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia atau di singkat ARKI Banten yang bersinergis dengan DPD ARKI Pusat bertempat di Hotel Royal Krakatau.
Seminar ini diharapkan menjadi wadah komunikasi bagi para owner maupun pengelola bisnis wisata buatan di provinsi Banten, sehingga membantu para anggota ARKI provinsi Banten agar tetap profesional, dan memperluas wawasan para anggota ARKI Banten agar setara dengan anggota ARKI Jakarta dan seluruh ARKI di Indonesia.
Acara ini dikunjungi oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. Arief Yahya sebagai keynote speaker dalam acara ini dan sekaligus pengukuhan DPD ARKI Banten.
Beliau mengatakan bahwa, “salah satu penyumbang devisa dan pendapatan negara ialah ada pada sektor wisata sehingga peran dari para stakeholder pariwisata sangatlah penting bagi kemajuan wisata Indonesia.”
“dan diharapkan Taman Rekreasi dibuat atas kebutuhan para Milenial, mereka yang suka mengabadikan fotonya melalui kamera,” Tuturnya dalam keynote speaker untuk ARKI Banten.
Banten sendiri saat ini telah aman untuk dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan telah menurun tingkat status dari Gunung Anak Krakatau.
]]>SERANG, Dinas Pariwisata provinsi Banten mengadakan Pelatihan Dasar Fotografi dengan tema “Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif” yang bertempat di Sanghyang Resort Indah. Pelatihan ini diikuti oleh SAKA Pariwisata, Tim Pers dan perwakilan anggota Genpi Banten. Senin (11/02/2019)
Adapun diadakan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membantu membangkitkan potensi usaha pedagang. Agar membantu membangkitkan potensi wisata Banten pasca tsunami yang disebarkan melalui media sosial untuk menarik pengunjung kembali.
Pak Yahyo selaku PWI (Persatuan Pariwisata Indonesia) juga mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyatukan pemikiran agar menyajikan informasi kepada masyarakat dengan berita harapan, maksudnya berita yang harapan disini yaitu berita yang dicari serta diharapkan realitasnya.
“Bagaimana cara wartawan mengangkat berita, mewawancarai narasumber dan berita yang diangkatpun harus berbau harapan tetapi tidak menutupi fakta selain itu juga harus memiliki rasa nasionalisme sehingga dapat menyatakan bahwa Selat Sunda telah aman” ujarnya pada Sabtu (11/02/2019).
Antusias para peserta dalam kegiatan tersebut sangat tinggi, dibuktikan dengan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut salah satunya diisi dengan kegiatan Famtrip yang diadakan di Titik Nol Kilometer Anyer, Kabupaten Serang. Di Titik Nol Kilometer pembangunan Anyer – Panarukan para peserta mendapatkan informasi tentang sejarah Titik Nol KM Anyer-Panarukan.
Di kawasan Anyer kita dapat menyaksikan menara tua yang disebut Mercusuar Anyer. Berlokasi di Desa Cikoneng, Kampung Bojong memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Di lokasi inilah berdiri mercusuar setinggi 75.5 meter yang dibangun pada tahun 1885 pada masa Raja Willem III. Di komplek inilah juga berdiri Ikon wisata yaitu Mercusuar Anyer yang didirikan pada masa kolonial Belanda.
Lokasi ini sekarang dijadikan kawasan objek wisata yaitu pantai mercusuar Anyer. Dalam sejarahnya bangunan mercusuar yang ada sekarang ini merupakan pengganti dari mercusuar Anyer sebelumnya yang hancur pada tahun 1883 akibat letusan Gunung Krakatau.
Mercusuaranyer yang lama didirikan pada tahun 1806. Pada bagian puncaknya terdapat lampu yang berfungsi untuk penunjuk kapal-kapal yang melintasi perairan Laut Banten bagian utara.
Pesona Mercusuar Cikoneng tidak hanya bangunannya saja yang menjulang tinggi. Menjelang sore, menjadi saat yang pas untuk menikmati mercusuar. Dari sini kita dapat menyaksikan matahari perlahan-lahan tenggelam di sebelah timur dengan warna-warna yang cantik.
Sehingga keindahan Pantai Mercusuar ini tidak diragukan lagi oleh para wisatawan. Suasana laut yang tenang dan biru menambah eksotisnya keindahan Pantai Mercusuar Anyer. Deburan ombak yang tenang dan sejuknya semilir angin membawa kedamaian.
Selain berwisata, disini juga kita bisa mendapatkan pengatahuan sejarah tentang Banten khususnya Anyer. Senin (red/11/02/2019) (OMNAFR)
]]>Peserta dari kegiatan ini antara lain dari Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), HPI Banten (Himpunan Pramuwisata Indonesia Banten), dan Genpi se- Provinsi Banten.
Kegiatan yang telah dibuka oleh ketua pelaksana acara tersebut, sekaligus ketua bidang pengembangan masyarakat Kementerian Pariwisata yakni Dra. Ambar Rukmi, M. Pd mengatakan dalam sambutannya bahwa beliau menekankan pariwisata Banten Bangkit dan mendukung untuk mencapai sebuah target yang ada di bidang pariwisata yang sudah di targetkan oleh Kemenpar. Beliau juga mengatakan bahwa konsep dari sadar wisata ini adalah sebuah konsep yang menggambarkan parsitipasi dan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan Dinas Pariwisata untuk mendukung iklim yang positif agar terjadi kepariwisataan yang baik.
Selanjutnya, kegiatan ini di isi dengan Fun Games yang diikuti oleh HPI dan Pokdarwis, setelah itu dilanjut dengan materi yang disampaikan oleh Dr. Nurul Fitria selaku pembicara beliau menyampaikan tentang Desa Wisata dan Wisata Pedesaan. Beliau mengatakan ketika suatu Desa menjadikan wisata, maka Desa itupun harus menjunjung kearifan lokal serta ada kesepakatan yang tidak merusak nilai-nilai Desa karena Pariwisata bukan sebagai tujuan ekonomi sesaat akan tetapi untuk keberlanjutan dengan menggunakan konsep 3C (Clear, Champion, Commitment). Beliau juga mengataka bahwa, “Desa wisata kita juga bisa berkembang karena adanya telekomunikasi”. Jadi, di zaman sekarang yang dimana komunikasi sudah sangat berkembang, kita harus memanfaatkan agar Desa Wisata yang kita olah pun akan menjadi Desa Wisata yang Instagrammable.
Pembicara selanjutnya yaitu Sugeng Handoko selaku salah satu pemuda dibalik kepopuleran Desa Wisata Nglanggeran kabupaten Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau mengatakan bahwa pelaku pariwisata itu harus mempunyai tujuan yang sama serta harus saling berkesinambungan dan bersinergi dalam membangkitkan pariwisata.
“Tujuan diadakan acara ini agar para pelaku pariwisata di daerah Banten bangkit dan bisa menghilangkan traumatis akibat bencana tsunami Selat Sunda,” ujar ketua Pelaksana. (OMNAFR)
]]>Serang (9/2/18) Banten adalah provinsi yang berada di Tatar Pasundan, serta memiliki letak wilayah paling barat di pulau Jawa, Indonesia. Wilayah laut Banten merupakan salah satu jalur laut yang memiliki potensional. Selat Sunda merupakan salah satu jalur lalu lintas laut yang strategis karena dapat dilalui kapal besar yang menghubungkan Australia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara misalnya Thailand, Malaysia, dan Singapura. Disamping itu Banten merupakan salah satu jalur penghubung antara Jawa dan Sumatera. Banten sendiri terkenal dengan pariwisata nya yang asri nan indah serta hamparan laut dan alam yang hijau masih sangat bisa ditemukan di Banten.
Meskipun pariwisata itu sendiri merupakan sektor yang penting dalam meningkatkan pendapatan Negara, akan tetapi pariwisata sangat sensitif dan rentan terhadap perubahan-perubahan maupun kejadian-kejadian yang ada di sekelilingnya.
Pada tanggal 22 Desember 2018 lalu, kawasan pariwisata di Selat Sunda dilanda bencana Tsunami yang diakibatkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau.
Dampaknya selain merusak Infrastruktur pariwisata, kejadian ini berdampak juga pada sikap serta perilaku masyarakat (baik masyarakat umum maupun yang ada di kawasan pantai selaku pelaku usaha pariwisata) dan mungkin sampai saat ini traumatisnya masih belum benar-benar pulih.
Oleh karena itu, perlu adanya upaya pemulihan pasca bencana untuk memperbaiki kondisi saat ini, agar dapat menanamkan rasa percaya diri dan rasa aman kepada wisatawan.
Banten saat ini sudah mulai berbenah untuk menyambut wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Hal ini di dukung oleh data PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) yang menyatakan bahwa intesitas letusan gunung anak Krakatau telah menurun.
Upaya pemulihan pasca bencana Tsunami dilakukan dalam kegiatan Gerakan Sadar Wisata #SelatSundaAman, dimana acara yang berlangsung selama 2 hari yaitu 11 – 12 Februari 2019. Pada hari pertama acara, Menteri Kementeriaan Pariwisata Indonesia Arief Yahya dijadwalkan akan membuka acara #SelatSundaAman.
Kegiatan Gerakan Sadar Wisata ini bertujuan untuk menanamkan rasa percaya diri dan rasa aman, baik masyarakat, pelaku usaha pariwisata maupun wisatawan bahwa Selat Sunda aman serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke pantai yang ada di Banten
Adapun kegiatan tersebut diantaranya Jambore Pelaku Pariwisata Provinsi Banten, Festival Kuliner, Lomba Memancing Tradisional, dan Lomba hias perahu. Dimana semua memiliki tujuan agar tumbuh kembali rasa kepercayaan dan bisa menghilangkan traumatis yang dialami oleh masyarakat. (OMNAAFR)
]]>